note: ini puisi bukan punya saya. Tp punya seseorang yang sengaja tidak saya sebutkan namanya, dia bikin puisi ini udah lama, dan tak tahu puisi sebagus ini “menurut saya” ditujukan kepada siapa. Dulunya puisi ini ada di fbnya, entah apa yang memotifasinya sehingga mampu membuat puisi sebagus ini“menurut saya”, padahal selama ini dia tak pernah terlihat membuat puisi, hm.... selamat menikmati, semoga bisa membantu meluruskan sendi” rindu Anda. Agar menjadi kalem:D
Kubantu engkau meluruskan sendi-
sendi rindu
Yang mungkin sudah terlanjur
membeku
sendi rindu
Yang mungkin sudah terlanjur
membeku
Ia tak seharusnya berumah dihatimu
Ya, semua orang berhak memilikinya
Tetapi kamu terlalu memaksakan
harap
Sehingga menjelma ratap-ratap
Aku tidak hendak meminjam waktu
Untuk menjadi pencipta takdir
Hanya, perasaanmu sudah telampau
menjadi ganggu
Dan aku terpaksa menelan getir
Bukankah berulang engkau
mendengar
Bukankah berkali engkau mengerti
“Cinta tidak harus memiliki’
Tapi, mengapa sakit hati kau biarkan
bersemi?
Seolah-olah engkau sudah
menggenggamku dalam kekang
Senyumku kau anggap imitasi karena
cemburumu
Mawar dan melatimu bukan aku
Yang engkau lihat layu lusa itu,
hanya metafora
Harus kukatakan ini:
Jangan lagi memupuk harap
Sebelum benihmu tinggi dan
mengakar
Sebab, akan semakin sakit dan
membuatmu terkapar
Aku lelah berpura-pura menjaga hati
Terkadang aku ingin membiarkannya
saja,apa adanya.
Tapi, aku tetap mencoba kalem
Agar engkau tidak terlalu kelam
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.