Breaking News
Loading...
Tuesday, August 6, 2013

Aku dan Dirimu dalam rumus kehidupan

12:06 AM
terimakasih kepada seseorang yang selalu memberiku inspirasi untuk terus menulis. aku ingin dekat denganmu. ketika kau akan pergi jauh, ku harap jiwamu masih tertinggal di sini untuk terus memberiku inspirasi. semoga apa yang kau cita-citakan menjadi kenyataan.

Sesuatu itu tertulis ketika semuanya berubah dari cinta, benci, rindu, dan cemburu, yang bercampur asa dan dilema, semuanya berubah dan pepatah berpetuah, “ cinta dan benci itu berada dalam satu garis jikalau pada ujung yang satu terdapat cinta, maka pada ujung yang lain akan menjadi benci, jikalau pada ujung yang satu terdapat benci, maka pada ujung yang lain akan menjadi cinta, dan itupun akan selalu bergerak merubah cinta menjadi benci dan benci menjadi cinta.”
Aku dan dirimu, adakah tulisan itu akan benar menjadi judul sebuah buku yang mengisahkan tentang aku dan dirimu.....? tentang aku dan dirimu, tentang rasa, asa, cinta, cerita cinta yang melahirkan rindu, cemburu, tangis, tawa, dan kadang pula dilema, secuil dari aku dan dirimu.
Kita, aku mulai serius bercerita, hm.... benarakah....? entahlah keyakinan itu tidak bisa dihilangkan dengan keraguan, dan aku tak punya keraguan itu. Kita tak sama-sama tahu, adakah ending yang bahagia antara kita, adakah kita berakhir dengan selalu bisa bersama. Kita pun tak sama-sama tahu kapankah takdir itu dituliskan, kita hidup, kita lahir, kita bertemu, kita kenal, kita bersama, kita merasa, kita membenci, kita cemburu, kita berbisik, kita berpisah, dan mungkin akan kembali bertemu.
“yang lama musnah masa pun berubah, di atas keping-keping keruntuhan mekarlah bunga-bunga baru”. Ku lanjutkan kembali, masih tentang kita, aku dan dirimu, kita berangkat dari arah, tempat, kota berbeda menuju kota yang sama, di tempat yang sama, di rumah yang sama, dan menghadirkan rasa yang sama.
Pada waktu yang sama kita bertemu dan saat itu aku belum mengenalmu, dari itu kita mulai sama-sama, sama-sama saling merasa, berbaur, bertabur, berhambur, tertawa, bercanda, berjalan, mengeja, mengungkap, berbuat, cerita, memaksa, berbagi, berlari, mencari, dan melahirkan rasa iri, cemburu, sakit dan rindu, Kita mulai sama-sama.
Titik hidup terposisikan selalu sama, dari dengar, tahu, kenal, dekat, merasa, jauh, dan kembali seperti semua. Titik hidup itu harus kita isi, tergantung orangnya, kadang dengan selalu dengan rasa senang kadang juga kesedihan.
Begitupun dengan aku dan dirimu, kita mulai saling dengar, aku mendengar tentangmu dan kamu mendengar tentangku.
Beranjak menuju tahu, seiring berjalannya waktu aku mulai tahu tentangmu juga paras wajahmu, begitu pula dengan dirimu yang sedikit-demi sedikit tahu tentangku.
Berjalan lagi menuju titik kenal, takdir memang takdir kita tak pernah ikut andil, dari titik dengar , tahu, membawa seseorang menjadi kenal, seperti aku dan dirimu kini kita saling kenal tak terfikir dalam benakmu sebelumnya pasti jika kiita akan bertemu dan saling mengenal diri, inilah takdir episode-episode kehidupan ciptaan tuhan.
Perkenalan kita itu membawa kita menuju kedekatan semakin dekat hingga terlalu dekat aku dan dirimu serasa satu aku dan dirimu tak lagi ada, kini hanya ada kita yang jadi satu. Kedekatan itu membuat kita lebih saling mengenal, becanda tertawa biasa sudah menjadi rutinitas bersama. Aku dan dirimu memang terlihat dekat hingga cemburu itu menguat pada jiwa-jiwa yang menyimpan cinta, dari kedekatan itu kita mendapatkan kebersamaan, kebiasaan, hingga kita mendapatkan satu asa atau rasa.
Merasa, apa maksudnya....? dari kedekatan itu kita mulai saling merasa yang selama ini mungkin masih tertutupi karena rasa pula. Kita masih sama-sama dari kebiasaan kedekatan kita timbulkan rasa yang semua orang pasti sudah faham semua. Rasa, dari hari ke hari terus bertambah dan pepatah berkata “Rasa itu bisa di rasa dari besar rasa cemburunya”. Titik-titik kehidupan itu memang harus kita isi entah dengan apapun atau diampun, dan masih di titik rasa, semakin lama semakin kuat lebih dekat lebih berasa dan tak sedikit yang mengakhirinya dengan sebuah rasa (cemburu).
Dari rasa itu terus berjalan dari dengar, tahu, kenal, dekat, merasa, dan akhirnya terpisah jauh, kita pernah jauh, kita pernah dekat dan dengan takdir Tuhan hidup selalu seimbang tetap berputar dari setiap sisi dari atas ke bawah dari bawah ke atas, dari dekat menjauh dari jauh mendekat. Kini aku dan dirimu dalam fase itu, titik hidup masih harus kita jalani dan kita isi. Dari kedekatan kita waktu itu, dari perkenalan pertemuan kita waktu itu Tuhan menjalankan takdirNYA dengan menjauhkan kita Tuhan menjalankan takdirNYA dengan memisahkan kita. Kita cukup menjalaninya hiduplah seperti air tapi tak sekedar mengalir.
Aku dan dirimu, episode-episode telah berlalu kini telah sampai pada satu jarak terpisah dan menjauh dengan rumus kehidupan kita cukup menanti dari semula menuju kembali seperti semula.
Inilah hidup, semua akan terus berputar dalam kelengkapan, dengar, tahu, kenal, dekat, merasa jauh, dan kembali (mendekat) seperti semula. Jalani saja hidup hanya seperti itu, ada kalanya kita jauh, namun suatu saat kita akan di dekatkan, ada kalanya kita di bawah, olehNYA kita akan berputar ditempatkan di atas, ada kalanya kita terjatuh namun pada satu waktu kita akan tetap tegak dan kukuh. semua orang sama, semua juga menjalani fase-fase hidup seperti kita, dari dengar, tahu, kenal, dekat, merasa, jauh dan kembali seperti semula.
Mungkin kini kau masih mejauhiku namun tak butuh waktu lama jika Dia berkehendak untuk kembali mendekatan kita. Aku dan dirimu, dirinya bagiku pengganggu namun dalam takdir dia harus ada untuk menjadikan lika-liku perjalanan hidup kita, dulunya aku ragu namun dalam munajatku Dia berkata aku dan dirimu adalah satu.
Tunggu waktu yang terus berputar seperti sedia kala tak perlu waktu lama, sabar dan tetap jaga jangan sampai ternoda. Aku dan dirimu, jalan setapak mulai terlewati menunggu hari kembalimu di sini.
Mungkin akhir-akhir ini tak ada kata atau salam sapa, mungkin belakangan ini kau terlihat lebih mesra dengannya, namun jika pada endingnya kau milikku, aku adalah kamu dan kamu adalah aku.
Aku bukan memaksa namun hanya mengeja takdir Tuhan yang tertulis untuk kita.
Aku dan dirimu, kembalilah ku tunggu.........
Sabtu 12-07-13


7 komentar:

 
Toggle Footer