Breaking News
Loading...
Monday, August 5, 2013

Mengejar matahari

11:24 PM

Dunia adalah racun dan zuhud adalah obatnya. zuhud berarti tidak berminat kepada sesuatu yang bersifat keduniawian, atau meninggalkan gemerlap kehidupan yang bersifat material, meninggalkan segala sesuatu yang dapat menyebabkan seseorang lupa kepada Rabnya. Orang zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total, mereka menjadikan dunia hanya sebatas genggaman tangannya dan tidak sampai memperbudak hatinya. Inilah hakikat zuhud.
Dikatakan dalam sebuah syair: tinggalkanlah kemuliaan dan kemewahan, tidak perlu engkau kesana kemari untuk mencari kemuliaan dan kemewahan itu. tetapi, cukup engkau duduk saja, karena engkau ada yang memberi makan dan pakaian. Di dalam syair tadi di jelaskan bahwa kita dianjurkan untuk meninggalkan atau tidak memikirkan kemuliaan dan kemewahan (sesuatu yang bersifat keduniawian), karena semua itu dapat menyebabkan kita lupa kepada Allah yang telah menciptakan kita.
Kita diciptakan tak lain hanyalah untuk beribadah menyembah Allah, bukan selainNYA. Barang siapa yang mengejar akhirat, dunia pasti ikut didapat, namun barang siapa yang mengejar dunia, akhirat tak akan mengikutinya. Barang siapa yang menanam padi, pasti rumput ikut tumbuh, namun barang siapa yang menanam rumput, jangan harap padi ikut tumbuh.
Berlarilah menghadap matahari maka bayangan akan mengikutimu. Sebab, bila engkau berlari membalakangi matahari, maka bayang-bayanglah yang akan kau kejar. Selama engkau masih terpaku pada dunia, engkau teralingi dari akhirat, selama engkau masih teralingi pada wujud ciptaan, maka engkau teralingi dari sang pengcipta. Sepanjang engkau mengejar dunia maka engkau akan lelah meraih karunia.
Kita bayangkan, bahwa matahari itu adalah akhirat, dan bayang-bayang adalah dunia. Jika kita berlari menuju matahari (akhirat) maka bayang-bayang (dunia) akan mengikuti kita. Namun jika kita berlari membelakangi matahari (akhirat) sama saja kita berlari mengikuti bayang-bayang (dunia), akhirat tidak akan pernah kita dapatkan.
Maka berbaliklah, jangan terjebak oleh nafsu yang selalu menundukkanmu. Orang-orang menjadi salah kaprah karena telah terjebak oleh rayuan hawa nafsu. Kendalikan nafsumu, dalam sebuah syair dikatakan: Nafsu itu bagaikan bayi, bila anda memanjakannya maka dia akan menyusu terus menerus, namun bila anda mengekangnya maka ia akan berhenti menyusu. Begitulah nafsu, jika kita kerus menuruti apa yang dia inginkan maka kita yang akan diperbudak olehnya.
Berat memang, mengendalikan hawa nafsu bukanlah perkara yang ringan, butuh latihan, butuh kebiasaan. Kita harus ekstra waspada terhadap hawa nafsu kita seperti yang telah Diriwayatkan melalui Imam Shâdiq, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa uafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.”
Hawa nafsu akan selalu membawa kita kepada kejelekan, kesesatan, kemaksiatan, jauh dari Allah. Hawa nafsu akan mengajak kita untuk lebih cinta kepada dunia dan melupakan segala urusan akhirat.
Bagi orang yang mengutamakan keinginan hawa nafsunya, Allah akan mengacaukan urusannya, mengkaburkan dunianya, dan membuatnya sibuk dengan dunia serta memberikan dunia kecuali yang telah ditakar untuknya.
Jangan pernah mengikuti hawa nafsu, kendalikanlah dia,  jangan sekali-kali cinta kepada dunia, jangan pernah memikirkannya, kejarlah matahari maka bayang-bayang akan mengikutimu.

1 komentar:

 
Toggle Footer