Cerita lama yang tak pernah singgah
kemana, terasa takdir-takdir itu menyambung hubungan raga dan jiwa yang
terselubung. Perpisahan itu datang juga, kedekatan itu hilang juga akhirnya,
namun sudah aku tulis sebelumnya dalam catatan “Aku dan Dirimu dalam Rumus
Kehidupan” bahwa kita akan mulai dengar,
tahu, kenal, dekat, merasa, jauh, dan kembali seperti semula. Dalam
munajad pagi hari sebelumnya Tuhan telah menjawabnya dengan bukti lewatnya
dirimu dalam dekat pandanganku, kau memang benar-benar untukku.
Takdir itu benar-benar terhubung, kala
itu, dalam mimpi sebuah suara tanpa wujud nyata menghampiriku, memberi kabar
tentang whushu, “tinggalkan itu”. itu semakin memantabkanku untuk hanya
berharap kepadamu.
Takdir itu menyambung lagi, ketika pada
akhirnya kau benar-benar pergi, dan datang lagi seseorang, yang pasti bukan
dirimu. Tanpa ku sengaja ku dengar pembicaraan mereka tentang ramalannya, “si
yatim itu pantas untuknya, begitu kiranya isyarah mimpi-mimpi sebelumnya”.
Seperti angin segar yang berlalu pelan-pelan, rasa itu kembali datang dengan
takdir yang masih ada sambungan.
Aku semakin memastikan, dirimu, dirinya,
mereka, dan aku. Ketika sedikit kata terngiang lantaran ada hubungan, aku hanya
terdiam, dengan seulas senyuman. setelah takdir kehidupan semakin diperjelas
oleh Tuhan, aku yakin dirimu dan terus dirimu, hingga waktunya tiba kau milikku
dan akan selalu bersamaku.
Takdir itu akan terus berjalan dan masih
dalam ketersambungan, pada akhirnya kau akan tahu yang sebenarnya, membaca tiap
baris, tiap kata dalam rangkaian diary peristiwa. Akhirnya kau akan tahu,
selama ini takdir tersimpuh ditanganku. Seberapa besarpun keinginanmu untuk
selalu bersamanya, ketika takdir terukir lain, kau hanya bisa terkapar pada
harapan.
Dalam keyakinan yang tak tergoyahkan, hari-hari akan terlewati begitu saja, pada akhirnya
kita akan kembali seperti semula, kita mempunyai takdir yang lain......
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.