Menguap adalah tindakan refleks dari kegiatan
menghirup udara dan peregangan di gendang telinga diikuti oleh kegiatan
menghembuskan napas. Menguap biasanya dihubungkan dengan kelelahan, ngantuk, stres,
kelebihan kerja, kurangnya stimulasi, dan kebosanan.
Di dalam agama islam menguap merupakan sesuatu yang dibenci syariat,
syaithan pun menyukainya. Terbukanya mulut karena sesuatu yang dibenci syariat
ini adalah jalan masuk yang lapang bagi syaithan untuk mengganggu manusia.
Syaithan bisa masuk ke tubuh manusia melewatinya. Oleh sebab itulah syariat
memerintahkan kita untuk menutup mulut tatkala menguap.
Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu
‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bahwa beliau bersabda yang
artinya,
“Apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaknya ia meletakkan
tangannya di mulutnya karena syaithan akan memasukinya.” (HR. Al-Bukhari
dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam
Shahih Al-Adabul Mufrad).
Lantas bagaimana cara menutup mulut ketika menguap? Cara menutup mulut
ketika menguap yang benar adalah menutupinya dengan punggung tangan, mengapa
demikian? Udara yang keluar dari mulut mengandung banyak bakteri, sejalan
dengan itu Rasulullah pun menganjurkan kepada seseorang agar tidak meniup atau
bernafas pada makanan ataupun minuman, menutup mulut dengan punggung tangan
berarti menghindari telapak tanagn kita untuk terkena bakteri.
Secara ilmiah membuktikan bahwa menguap itu memang tidak baik. Ternyata menguap
itu sinyal dari tubuh mulai dari yang biasa hingga masalah serius. orang-orang
menguap untuk berbagai macam alasan, tapi menguap juga tidak selalu berarti
mengantuk, banyak sekali sebab seseorang menguap seperti yang sudah tertulis di
atas.
menguap adalah salah satu tanda jumlah oksigen di dalam otak sedang menurun
yang bisa membuat seseorang sulit konsentrasi. Tekanan darah rendah membuat
kurangnya darah yang dipompa dari jantung dan jika darah yang dipompa oleh
jantung semakin sedikit maka semakin rendah tekanan darahnya. Akibatnya jantung
atau otak kekurangan pasokan oksigen dalam darah sehingga membuat seseorang
sering menguap, pusing dan lelah.
Bagaimana caranya untuk menetralkan kembali oksigen dalam tubuh kita?
Ternyata Bersujud mampu memperbanyak ogsigen pada otak kita. dengan melakukan
gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima
banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala
yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan
pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain,
sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan
seseorang.
Menguap juga bisa menular
Menguap juga dipercaya merupakan aktivitas yang
menular. Hanya dengan melihat seseorang menguap bisa membuat kita menguap.
Bahkan hanya dengan membaca artikel mengenai menguap bisa membuat kamu menguap J.
Awalnya, para ilmuwan sendiri masih tidak dapat menjelaskan dengan pasti
alasan mengapa kita menguap ketika melihat orang lain menguap. Namun, sekarang
sebuah study terbaru sudah dapat menjelaskan mengapa menguap dapat menular
dengan pengaruh yang sangat kuat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ikut menguap ketika orang lain sedang
menguap adalah tanda empati dan merupakan bentuk ikatan sosial. Sebab,
penularan emosi tampaknya telah menjadi insting utama yang mengikat seseorang
dengan yang lainnya, sehingga tampaknya menguap mungkin juga merupakan bagian
dari hal tersebut.
Seperti kita akan ikut tertawa dan menangis ketika sahabat kita
melakukannya, menguap juga menular dengan cara yang serupa. Para ilmuwan telah
berteori bahwa menguap yang menular adalah pengalaman bersama yang akan
meningkatkan ikatan sosial. Secara khusus, dapat menyebarkan dan saling berbagi
rasa stres atau rasa tenang pada suatu kelompok.
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.