![]() |
aku Cemburu lagi |
Dua yang berujung kekosongan
Tersimpan rapi dalam kesenangan
Berujar
disetiap serat-serat puisi
Khafi,
dan baru ku sadari
dibulan mei
Dua
yang membuatku cemburu
Ketika
kebersamaan ini menjadi semu
Jabat
tangan tak lagi kita temu
Apa
lagi jabat hati
Sayang
Keyakinan
berubah keraguan
dua yang menyentuhku
merubah iklim dan cuaca
panas dinginnya
menusuk qolbu-qolbu
yang masih basah dengan airmata
dua yang tak bisa ku artikan
atau artinya tak bisa aku temukan
di sana aku masih mengingatnya
betapa mesranya dirimu dengan dirinya
dua yang membingungkanku
membimbing membangun membuangku
membawa membuat membuaiku
tunduk layu dalam bualanmu
dua yang tak bisa aku lupa
ketika rangkaian kata-katanya
mampu meresahkanku
cerita-ceritanya yang akan dikenang selamanya
kekonyolan yang tak akan hilang begitu saja
dua yang tak hanya sebuah angka
di sana kau dilahirkan
cerita, derita, dan cinta
tak akan mudah terlupakan
ketika semua itu kau buat lebih berkesan
tentangku tentanmu tentang kita
dua yang setuju
setelah kekosongan itu berpindah tempat
terbagi menjadi satu per empat
tempat kau mengumpat
menyimpan cinta dalam serat
dua yang menjadi awal setiap rangkaian kata
dua yang ku tunggu
setelah perpishan itu
Dua...
Malam
itu malam minggu
Langit berwarna kelabu
Bintang itu menghilang
rembulan itupun pergi
Dan aku berkata
Malam ini terasa sepi
Ada apa dengan hari ini
Dua......
Heningnya tak kunjung reda
Malam yang penuh dengan kemisterian
Mengigil dalam pandangan angin malam
Dua...
Tak hanya malam namun juga paginya
Mendung menyelimuti hari ini
Tanpa sang mentari
Rintik-rintik hujan turun teratur
Membuat pandanganku tentangmu menjadi kabur
Dua...
Membuatku bertanya-tanya tentang misteri di dalamnya
Dan ku temukan jawabnya di dalam dunia maya
Dua...
Kita mulai bersama
Kau suguhi aku secangkir kopi hangat
Kau aduk dengan tawa-tawa mereka yang melekat
Di sana di sini
Di ruang yang penuh kekonyolan ini
Kita merajut hati dengan cinta dan kebencian yang
terilustrasikan
Bukan karena dua juga bisa mendua
Tetapi langkah-langkahnya
Di gang-gang bisu yang mampu menjawabnya
Terlontar di hamparan salju hitam
Kita menari bernyanyi dan berdendang
Dua...
Kita masih anak-anak
Belum pantas untuk saling menduakan
Tapi dua tetaplah dua
Kita ingat kawan
Dua itu
Yang mungkin aku dan kamu saling berebutan
Namun kita bersama-sama akan mendapatkannya
Dua yang akan kita bagi dua
Bersama tawa-tawa kita
Dua yang akan kita hidupkan lagi
Setelah dia mati suri.
Dua...
Satu dan sembilan itu berlalu
Meninggalkanku meninggalkanmu
Dalam rasa resah dan haru
Dan aku akhirnya yang cemburu
Dua...
Antara NYAWA dan TAWA
Tentang jiwa......
02, mei 2013
daun berguguran
ReplyDeletekoyo musim gugur ae....!
ReplyDeleteClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.