![]() |
Do'a Jiwa |
Setelah sebelumnya telah tuntas berbagai cerita tentang malam, pagi ini
masih hadir sebuah rasa, kau bilang harapan yang selalu ku harapkan. Pagi itu
masih seperti biasa, perjalanan waktu yang terus merubahku dan merubahmu,
akhirnya kita tersekat, bukan karena jarak ataupun waktu. Mungkin kau terlalu
suci, hingga selalu menutup diri, atau mungkin karena aku dan harapan semu yang
pernah ku tulis dahulu...? kau jauh atau aku yang menjauh....?
Rutinitas itu berlalu, kebersama
Jika takdir telah terukir siapa yang hendak melukir, diatas batas
pikiran, diluar dugaan, pagi itu kau benar-benar keluar, Tuhan benar-benar
memberi jawaban, isyarat bahwa kita benar-benar akan dalam satu takdir dan
tujuan, meski saat itu kau masih jauh.
Itulah keyakinan, aku yakin dengan jawaban Tuhan, seberapapun kau mencoba
berlari ikatan takdir tak akan lepas dari kendali.
Beribu kata tentang kita telah terucap juga tersurat, kedekatanmu dengan
yang lain membuatku semakin yakin, untuk bersama kita butuh pengorbanan yang
tidak hanya apa adanya.
Pagi itu tetap terkenang, untuk membuktikan kepada masa depan bahwa
takdir dalam bacaan itu mungkin saja, kita mampu mengeja dan meyakininnya. Kini
aku tahu, kau dekat denganya dan jauh dariku, namun dari pesan-pesan kecil
dalam takdir, akhirnya kau akan menjadi milikku jua.
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.