Malam
ini….2
Hari
ini datang juga, penantian dan harapan semu tertinggal di hari sebelumnya,
namun tak ada hari tanpa harapan, meski semu dia bagai bunga dalam pekaragan.
Ini pertama kalinya
kau tersenyum kepadaku setelah beberapa bulan ini kau pergi menghilang dari
kehidupanku. Mungkin terlalu lama hingga aku lupa entah kapan terahir kali kau
melakukannya. Satu, dua, tiga kali kau tersenyum kepadaku. Itu lain dari
biasanya, kau tersenyum dengan terpaksa, itu bukan senyummu, itu bukan yang aku
tunggu.
Pagi itu seakan kau memberiku harapan semu,
yakinlah, kau tak benar-benar melakukannya. Lama aku merindukan senyummu namun
kau tega memberiku senyum palsu. Pagi itu, senyummu menjadi sarapan pagiku.
Hm….. aku kembali
merasakannya, kau lewat disampingku tanpa mengeluarkan sepatah kata, apa kau
amnesia..? apa kau tak mengenaliku…? Apa kau telah melupakanku…? Sekilas
pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi otakku, aku terdiam saja.
Aku menunggumu,
sembunyi-sembunyi di belakangmu, mengapa hanya aku, kenapa kau menganak
tirikanku…? Adakah sebuah rasa hingga kau melakukan ini semua, aku tak tahu,
jujur aku tak tahu, akupun tak berani menanyakan ini semua kepadamu, kita
saling berdiam menyimpan kata dalam hati menguburnya dalam-dalam.
Pagi ini menuntunku
ke malam petang, malam ini, setalah pagi itu kau berikan aku senyum semumu malam ini pertama kalinya ku
dengar suaramu, setelah lama kau terdiam dan dalam hatiku berprasangkan mungkin
kau bisu, atau aku yang tuli hingga tak bisa mendengar suaramu. seketika itu aku merasa aku adalah orang yang sedang terkena skizofrenia. Ah, Cinta.....
Malam ini, aku
kembali dengan suaramu, ini bukan suara semu suara ini juga bukan tertuju
padaku. Hm……. Aku hanya bisa mendengar suaramu tanpa bisa bicara denganmu, aku
rindu….
Malam ini gelap,
malam ini
bukan malam purnama, namun semuanya berubah setelah kau menguapkan kata-kata.
Malam ini menjadi indah, malam ini menjadi terang, karena adanya bulan dan
bintang.
Malam ini… aku
kembali menulis untukmu. Kata-kata ku tak seindah
kata-kata mu, adakah ini yang terakhir kali, senyum yang semu setelah harapan
semu.
19/03/13
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.