Menjadi sifat dasar manusia untuk mencari
tahu hal-hal baru yang tak diketahui dan untuk berusaha mengerti yang tak dapat
dimengarti. Ini bukan hal yang aneh, suatu sikap ingin tahu benar-benar akan
membawa kita semakin luas dalam mengarungi kehidupan, terlebih dalam mencari
ilmu pengetahuan. Bahkan dalam sistem pembelajaran kita sebagai pelajar dituntut
untuk terus bertanya. Itu salah satu sikap untuk mempertajam pengetahuan kita,
semakin sering kita bertanya akan semakin bertambah pengetahuan kita. Namun, dalam
mencari sesuatu manusia menggunakan berbagai metode, ada kalanya langsung
bertanya, namun ada kalanya juga berfikir dan mencari tahu sendiri.
![]() |
anneahira.com |
Inilah manusia, dengan karunia akal yang
diguakan untuk berfikir, secara otomatis akan selalu mencari hal yang baru. Inilah yang membedakan kita (manusia) dengan mahkluk Tuhan lainya, dimana manusia adalah mahkluk yang sempurna
dengan dua karunia besar yang tidak dimiliki oleh mahkluk Tuhan apapun, manusia
diberi akal juga diberi nafsu, dimana keduanya adalah kesatuan yang sangat
dahsyat, dengan akal, manusia akan terpancing untuk terus mencari yang baru, ditambah
dengan nafsu yang mengangkat serta menambah keinginan kita, Inilah nafsu, sesuatu
yang mendorong manusia untuk lakukan sesuatu (keinginan).
Dua kesatuan yang sungguh magic, sadarkah
kita akan hal tersebut, sebuah karunia khususiah yang tidak diberikan kepada mahkluk
Tuhan apapun kecuali manusia. Hewan punya nafsu tapi tidak mempunyai akal,
malaikat punya akal tapi tidak diberi nafsu, mereka berbeda sekali dengan
manusia yang sempurna dengan dua karunia besar nafsu dan akal. Namun, keduanya
bisa menjadi pisau bermata dua, jika tidak pandai mengendalikannya akan
melukai manusia itu sendiri.
Kedua kelebihan itu benar-benar mungkin
untuk disalah gunakan untuk memuaskan keserakahan dan ambisi pribadi, manusia
harus benar-benar mengontrol hasrat-hasrat rendahnya. inilah yang sedang dialami
oleh negara kita, dimana mayoritas penduduknya sudah salah dalam menggunakan
dua karunia besar tersebut.
Akalnya membuatnya berpikir rasional,
nafsunya syahwat dalam jabatan. Semuanya dibutakan dengan uang, mengkhianati
bangsa serta para pejuangnya, menghianati pancasila mengubahnya menjadi
keuangan yang maha kuasa. Ketika manusia bener-benar dikuasai nafsu hewani,
semuanya ingin dimiliki, punya gaji seratus juta perbulan masih kurang, puluhan
mobil mahal masih kurang, istri satu, dua, tiga masih kurang, semuanya serba
kurang, tidak pernah sadar untuk bersyukur sedikit saja kepada Tuhan terhadap
apa yang telah Tuhan berikan.
Tak heran korupsi merajalela di negeri ini, bahkan
Mahkamah Konstitusi menjadi sarang tikus berdasi. Hampir di sudut-sudut Negeri
terjangkit virus korupsi, semua orang dibutakan oleh uang, sehingga apapun
caranya halal atau pun haram yang penting dapat uang. Siapa yang dapat
dipercaya di negeri ini, hilang sudah sifat manusiawinya, sifat jujur tak lagi dimilikinya, mereka benar-benar dibutakan dengan nafsu serakahnya,
buta dengan pangkat, uang, dan jabatan.
![]() |
robynopoli.com |
Suatu kesalahan fatal, dua nikmat yang
disalah gunakan, bagaimana kelanjutan hidup negeri ini jika selama ini masih dipimpim
oleh manusia-manusia hewani. Lebih baik dipimpin kera berhati manusia (wujud
luarnya kera tapi esensinya manusia), dari pada dipimpin manusia berhati kera
(wujudnya manusia esensinya kera), rakus, tamak, menjijikkan.
Ternyata Raja-Raja itu wujudnya saja yang manusia esensinya belum menjadi manusia, ada tikus, ada
srigala, ada ular, ada kera, dan masih ada-ada saja di negeri ini. inilah
kesalahan fatal jika akal dan nafsu tidak digunakan sesuai dengan fungsi diciptakannya.
bawaan perjalanan hidup
ReplyDeletemanusia
ReplyDeleteAkal mesti cerdas, nafsu harus terkendali..
ReplyDeletekeep posting..
hm....
ReplyDeletesip
salam kenal
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.