Didalam pancaila sila pertama berbunyi
"Ketuhanan yang Maha Esa" ini mengandung arti bahwa dalam kehidupan
kita, kita harus CC (Coomitment and Consisten) untuk terus meng-Esakan Allah (meng-Allah-kan
Allah) dimana setiap hembusan nafas kita serta apapun yang kita lakukan
semata-mata karena Allah. itulah harapan pendiri bangsa kita, mengapa meletakan
ikrar "Ketuhanan yang Maha Esa" pada sila pertama, karena mereka
benar-benar ingin, bahwasanya apapun yang dilakukan oleh rakyat Indonesia ini
semata-mata lillahi ta'ala, menghadirkan Allah pada setiap perbuatan yang
dilakukan.

Allah Esa, Ketuhanan yang Maha Esa, Allah
yang nomor satu, menomor satukan Allah. Namun, bagaimana jika Tuhan tidak lagi
dinomor satukan? bagaimana jika kini tidak lagi memakai "Ketuhanan yang
Maha Esa" tetapi keuangan yang maha kuasa? bagaimana negara ini bisa maju,
bisa makmur sentosa, menciptakan kemanusiaan yang adil dan beradap, bisa
mensatukan indonesia, bisa menciptakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, bisa menciptakan keadilan bagi
seuruh rakyat indonesia? jika dasar yang digunakan adalah keuangan yang maha
kuasa.
bangsa indoneesia harus sadar, bangsa
indonesia harus memahami, mengapa pada batang tubuh pancasila "Kethanan
yang Maha Esa" diletakkan pada sila pertama. ini mengandung harapan dengan
"Ketuhanan yang Maha Esa" kita melakukan segala hal. untuk menggapai
sila-sila lainya (sila ke dua sampai ke lima) kita harus menggunakan sila
pertama (Ketuhanaan yang Maha Esa), empat sila itu adalah include dari sila pertama, itulah pentingnya
Ketuhanan yang Maha Esa (menomor satukan Allah).
Itulah tujuan mengapa para pendiri bangsa menempatkan
"Ketuhanan yang Maha Esa" pada sila pertama. Namun, apa yang terjadi
di negeri ini, faktanya "keuangan yang maha kuasa" menjadi dasar di
negara kita. Apapun didasari dengan uang, semuanya dengan
uang, tak heran pada dewasa ini masyarakat menjadi mata duitan, semuanya
menjadi kapitalistis. mengumpulkan harta dengan segala cara, ketika uang yang
dinomor satukan tak heran jika korupsi di negeri ini semakin menjadi-jadi.
kapitalistik tingkat dewa
ReplyDeleteDEWAsa eo...
ReplyDeletengunu yo gak opo2...berarti terkesan tenanan..wkwkwkwkwk
ReplyDeleteWoow, "Pancasila". . .slm knl y http://shigitarieyw21.blogspot.com/
ReplyDeleteClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.